Pengikut

Minggu, 04 Desember 2016

Proposal PTK Matematika SD kelas 1

Provosal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA JARI-JARI KEDUA BELAH TANGAN PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 CIBADAK


          

           







Disusun Oleh :
                                  NAMA                       :  MUKSIN ZAJULI
                                  NO PESERTA          :  
                                  KELAS                      :   I
                                  SD NEGERI  2 CIBADAK, KECAMATAN  CIBADAK



PLPG TAHUN 2013
LEBAK - BANTEN



Proposal PTK

Judul PTK

Daftar Isi

Bab I  Pendahuluan

            A. Latar Belakang Masalah

            B. Identifikasi Masalah

            C. Pembatasan Masalah

            D. Rumusan Masalah

            E. Kegunaan Hasil Penelitian

Bab II  Kajian Pustaka

            A. Acuan Teori/Kajian Pustaka

            B. Hipotesis Tindakan

Bab III  Metodologi Penelitian

            A. Tujuan Penelitian

            B. Tempat dan Waktu Penelitian

            C. Metode dan Desain Intervensi Tindakan

            D. Subjek Partisipasi dalam Penelitian

            E. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian

                1. Peran Peneliti

                2. Posisi Peneliti

            F. Tahapan Intervensi Tindakan

                1. Perencanaan Tindakan

                2. Daftar Pustaka


BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan pendidikan siswa , secara formal merupakan tugas dan tanggung jawab moral bagi seorang guru dalam mengajar. Pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan karakteristik siswa dalam belajar, maka penting bagi guru untuk memiliki keterampilan untuk merangsang siswa agar lebih meningkatkan kedisiplinan  dalam pembelajaran serta memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan.

Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila siswa dapat memahami konsep dari materi yang diajarkan. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran biasanya dinyatakan dengan nilai. Dengan demikian seorang guru harus mampu membuat program pembelajaran yang baik sehingga prestasi siswa dapat dicapai dengan standar dan tujuan pembelajaran yang telah dipersiapkan.

Selain pembuatan program yang benar, banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Diantaranya bahan ajar (Buku) penunjang yang lengkap, menguasai materi pembelajaran, menguasai tekhnik atau gaya mengajar, dapat memotivasi siswa agar lebih aktif belajar, mampu memiliki alat bantu yang tepat, mampu melakukan evaluasi akhir, dan memberikan penghargaan (Reward), kepada siswa yang berprestasi sebagai motivasi bagi siswa lainnya, agar lebih giat belajar yang tak kalah pentingnya. Guru mampu melakukan perbaikan pembelajaran, terlebih jika ditemukan hasil belajar siswa tidak sesuai dengan standar pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mempunyai kemampuan dalam memahami pelajaran, maka guru melakukan tes (Ulangan) kepada siswa.

Tes adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau dipilih, ditanggapi atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh siswa dengan tujuan mengukur prestasi belajar, baik aspek pengetahuan maupun asfek keterampilan. Pada akhir semester pertama tahun 2013 hasil tes matematika kelas I di SDN 2 CIBADAK menunjukan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran matematika tentang materi “Menghitung banyak teman” dari 30 siswa ternyata 15 siswa atau (50%) yang dapat menguasai materi,sedangkan sisanya belum menguasai konsep pelajaran yang diajarkan.

Berdasarkan gambaran diatas , kiranya sangat perlu dlakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan langsung oleh guru di dalam kelas melalui berbagai cara atau pendekatan dengan tujuan untuk meningkatkan/memperbaiki hasil belajar siswa di kelas I SDN 2 CIBADAK kecamatan  CIBADAK.


B. Identifikasi Masalah

Dari berbagai sumber dijelaskan bahwa siswa sekolah dasar secara holistik (menyeluruh) konsep yang abstrak harus dikonkritkan dengan media yang menarik minat peserta didik mengikuti pelajaran sekaligus memahaminya.

Kita memahami bahwa media pembelajaran saat ini tidak berkembang dengan pesat, namun karena keterbatasan yang dimiliki SDN Girimukti, maka guru matematika yang berada di sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan media yang ada dilingkungan sekolah untuk membuat pelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu memanfaatkan media yang ada di sekitar sekolah untuk proses belajar, bahkan cenderung tidak digunakan dari pembelajaran di kelas.

C. Pembahasan Masalah

Dengan banyaknya masalah yang muncul pada proses pembelajaran matematika, maka pembahasan akan dibatasi dengan memfokuskan pada penjumlahan dengan menggunakan media jari tangan.Untuk mengetahui benar tidaknya media jari-jari kedua belah tangan dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap penjumlahan, maka perlu diadakan cara lain yang dapat mempercepat pemahaman tentang penjumlahan. Selanjutnya penelitian ini diberi judul “ Meningkatkan hasil belajar siswa tentang penjumlahan dengan menggunakan jari matika pada siswa kelas I SDN 2 CIBADAK”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah, Identifikasi masalah, dan pembahasan masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika sebelum diterapkan     penggunaan jari-jari tangan sebagai alat peraga.

2.  Bagaimana aktifitas selama pembelajaran matematika berlangsung setelah diterapkan alat peraga jari-jari tangan.

3.  Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan penggunaan jari-jari tangan tentang operasi penjumlahan.

E. Kegunaan Hasil Penelitian

Adapun manfaat hasil penelitian ini adalah :

1.  Bagi guru kelas dengan diadakannya penelitian ini guru dapat menyimpulkan   kekurangan dan kesalahan dalam menentukan strategi pembelajaran. Untuk mengarahkan dan memberikan motivasi kepada siswa dalam memahami penjumlahan.

     2.   Bagi orangtua , hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dalam belajar tanpa harus bertentangan dengan perkembangan kemampuan anak.

   3.  Bagi Siswa menciptakan   rasa  senang  belajar  matematika  selama  pelajaran   berlangsung     dengan   adanya  media pembelajaran yang menarik.





BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Acuan Teori / Kajian Pustaka

       Matematika dapat didefinisikan berdasarkan bidang kajiannya secara etimologi matematika berasal dari bahasa yunani : matematika berarti belajar atau hal yang dipelajari.

       Selain itu menurut pendapat Rey Sebal bahwa matematika mencakup lebih dari sekedar kumpulan (1998:2) . Matematiaka dapat pula dipandang sebagai suatu cara berpikir yang artinya bahwa penggunaan matematika menggunakan matematika abstraksi dan generalisasi matematika dapt pula dipandang suatu alat untuk memecahkan masalah baik abstrak maupun praktis. Agar dapat memanipulasi benda-benda konkrit , maka dalam pembelajaran matematika harus menggunakan alat peraga yang dapat digunakan untuk menemukan konsep, menekan konsep maupun memecahkan masalah.

       Alat peraga merupakan alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika yang sulit akan lebih mudah di mengerti. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat menggunakan pengalamannya dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

       Brings mendefinisikan alat peraga sebagai wahana fisik yang mengandung materi pembelajaran. Wilbur Schramm melihat alat peraga sebagai suatu tekhnik untuk menyampaikan pesan alat peraga dalam tekhnologi pembawa informasi. Yusuf Hadi Miarso melihat alat peraga secarara makro dalam keseluruhan sistem pendidikan segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar. Secara umum alat peraga menurut Drs. Nachi Nasution,MA, sebagai media pendidikan terdiri dari :

-          Bahan-bahan cetakan atau bacaan seperti : buku, koran , majalah.
-          Alat-alat audio visual : Radio.cassete,tv, video, dll
-          Sumber-sumber masyarakat, seperti monumen,candi dan peninggalan sejarah lainnya
-          Koleksi benda-benda seperti : mata uang kuno,awetan tumbuhan dan hewan
-          Prilaku guru ketika mengajar yang dicontohkan kepada peserta didik.

B. Kerangka berpikir

       Pembelajaran adalah kegiatan agar proses belajar seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

   C.  Hipotesis Tindakan
      
       Berdaarkan kerangka teori dan kerangka berpikir yang dikemukakan diatas, maka dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut. Jika proses pembelajaran matematika dilaksanakan dengan menggunakan alat peraga belajar akan meningkat.


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.  Tujuan Khusus Penelitian

      Tujuan utama        dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pelajaran serta mempengaruhi harapan siswa , juga untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika di SDN 2 CIBADAK Kecamatan  CIBADAK, dengan pemanfaatan media jari-jari tangan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

       Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SDN 2 CIBADAK Kecamatan  CIBADAK, Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 (Tiga) bulan dari bulan November , sampai dengan Januari tahun pelajaran 2013/2014.

C. Metode dan Desain Intervensi Tindakan / Rancangan Siklus.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan ataunyang dikenal juga dengan nama “Action Research” . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang bertujuan untuk memperbaiki efektifitas dan efisiensi pembelajaran.

Metodologi penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan beberapa cara , antara lain : observasi, melalui lembar pengamatan menggunakan tes dan non tes.

D. Subjek/ partisipasi yang terlibat dalam penelitian

Adalah siswa SDN 2 CIBADAK  CIBADAK. Para siswa tersebut sebagai siswa-siswa kelas I tahun pelajaran 2013/2014 . Sedangkan partisipasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah teman sejawat yang merupakan guru di sekolah tersebut, mereka bertindak sebagai mitra dalam membantu pelaksanaan penelitian ini.

E. Peran dan Posisi peneliti dalam Penelitian.

     Peran peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini adlah sebagai pemimpin perencanaan, pelaksana tindakan, dan pembuat laporan. Posisi peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pelaksanan utama.

F. Tahapan Intervensi

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang melalui beberapa siklus. Dalam penelitian ini akan dilaksanakan dalam tiga siklus, dan tiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu : (a) Perencanaan. (b) Pelaksanaan (c) Pengamatan (d) Refleksi.





G. Hasil Intervensi Tindakan yang diharapkan.

Indikator keberhasilan dalam tindakan ini adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika yang ditunjukan hasil angket yang dibeikan kepada siswa  setelah proses belajar mengajar selesai.

H. Data dan Sumber Belajar

1. Data

     Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data pemantauan tindakan dan data penelitian. Data pemantauan tindakan merupakan data yang digunakan untuk mengontrol kesesuaian penelitian tindakan dengan rencana. Sedangkan data penelitian adalah data tentang variable penelitian yaitu tentang hasil belajar yang berguna untuk menganalisis penelitian tentang gambaran peningkatan hasil dengan alat peraga untuk menganalisis sejauh mana guru telah memanfaatkan model pembelajaran dengan alat peraga sebagai model pembelajaran yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

1. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas I SDN 2 CIBADAK Kecamatan  CIBADAK semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.

I. Rencana Kegiatan Penelitian

No
Kegiatan
November
Desember
Januari
Minggu
Minggu
Minggu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
Identifikasi masalah
ü














2
Mengajukan izin ke Kepala Sekolah


ü













3
Pembuatan proposal penelitian



ü













4
Pembuatan RPP, silabus, instrumen observasi, penggandaan perangkat pembelajaran, dll




ü



ü









5
Pertemuan tim peneliti untuk membahas pelaksanaan tindakan siklus I







ü








6
Pelaksanaan tindakan siklus I







ü







7
Pertemuan ke I








ü






Pertemuan ke II









ü





Rencana tindkan siklus II










ü




Pertemuan ke III











ü



Pertemuan ke IV












ü


Penulisan laporan penelitian













ü



J. Rencana Tindakan

    Penelitian ini akan dilakukan dalam 2 siklus, tetapi bila kata indikator yang diharapkan belum tercapai maka dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan melakukan perbaikan tindakan.

Adapun penyusunan rencana kegiatan sebagai berikut :

Siklus I
Perencanaan
-          Identifikasi masalah dan perencanaan penetapan alternatif pemecahan masalah.








-          Tindakan



-          Pengamatan

-          Refleksi

·  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam KBM
·  Menentukan pokok bahasan
·  Mengembangkan skenario pembelajaran
·  Menyusun LKS
·  Menyiapkan sumber belajar
·  Mengembangkan format observasi pembelajaran

·  Menerapkan tindakan sesuai dengan skenario yang direncanakan di LKS

·  Melakukan observasi dengan memakai format observasi

·  Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKS

·  Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu pembelajaran jumlah dan waktu dari setiap tindakan
·  Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKS, respon siswa terhadap tindakan yang dilakukan
·  Memperbaiki pelaksanaan tindakan siswa hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
·  Evaluasi tindakana siklus I
Siklus II
Perencanaan
-          Identifikasi masalah dan alternatif , pemecahan masalah
-          Tindakan
-          Observasi
-          Refleksi

·  Identifikasi masalah berdasarkan hasil refleksi dan penetapan alternatif pemecahan masalah
·  Pelaksanaan tindakan siklus II
·  Pengumpulan data tindakan pada siklus II
·  Evaluasi tindakan siklus II




K. Indikator Kerja

Mengacu pada ketentuan minimal KKM pada mata pelajaran Matematika pada “Penjumlahan dengan menggunakan media jari-jari tangan” yaitu sebesar 80% , maka diharapkan setelh selesainya tindakan penelitian, siswa diharapkan mencapai 100%.

























                                                                   

DAFTAR PUSTAKA

Ari Kunto Suharsini, Suharjono,Supardi, 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :           PT Bumi Aksara
Ari Kunto Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek mengajar, PT. Rhineka Cipta 2005.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan , Jakarta : Depdiknas Media Sari Hapsi. 2006. Usulan PTK Untirta Serang.

Bagi yang membutuhkan silahkan menuju linknya disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar