Provosal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA JARI-JARI
KEDUA BELAH TANGAN PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 CIBADAK

Disusun Oleh :
NAMA : MUKSIN
ZAJULI
NO PESERTA :
KELAS : I
SD
NEGERI 2 CIBADAK, KECAMATAN CIBADAK
PLPG TAHUN 2013
LEBAK - BANTEN
Proposal PTK
Judul PTK
Daftar Isi
Bab
I Pendahuluan
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Identifikasi Masalah
C.
Pembatasan Masalah
D.
Rumusan Masalah
E.
Kegunaan Hasil Penelitian
Bab
II Kajian Pustaka
A.
Acuan Teori/Kajian Pustaka
B.
Hipotesis Tindakan
Bab
III Metodologi Penelitian
A.
Tujuan Penelitian
B.
Tempat dan Waktu Penelitian
C.
Metode dan Desain Intervensi Tindakan
D.
Subjek Partisipasi dalam Penelitian
E.
Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian
1. Peran Peneliti
2. Posisi Peneliti
F.
Tahapan Intervensi Tindakan
1. Perencanaan Tindakan
2. Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Keberhasilan
pendidikan siswa , secara formal merupakan tugas dan tanggung jawab moral bagi
seorang guru dalam mengajar. Pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam
kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan karakteristik siswa dalam belajar, maka
penting bagi guru untuk memiliki keterampilan untuk merangsang siswa agar lebih
meningkatkan kedisiplinan dalam
pembelajaran serta memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan siswa dalam
memahami pokok bahasan.
Proses
pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila siswa dapat memahami konsep dari
materi yang diajarkan. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran
biasanya dinyatakan dengan nilai. Dengan demikian seorang guru harus mampu
membuat program pembelajaran yang baik sehingga prestasi siswa dapat dicapai
dengan standar dan tujuan pembelajaran yang telah dipersiapkan.
Selain pembuatan
program yang benar, banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam
upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Diantaranya bahan ajar (Buku)
penunjang yang lengkap, menguasai materi pembelajaran, menguasai tekhnik atau
gaya mengajar, dapat memotivasi siswa agar lebih aktif belajar, mampu memiliki
alat bantu yang tepat, mampu melakukan evaluasi akhir, dan memberikan
penghargaan (Reward), kepada siswa yang berprestasi sebagai motivasi bagi siswa
lainnya, agar lebih giat belajar yang tak kalah pentingnya. Guru mampu
melakukan perbaikan pembelajaran, terlebih jika ditemukan hasil belajar siswa
tidak sesuai dengan standar pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk
mengetahui sejauh mana siswa telah mempunyai kemampuan dalam memahami
pelajaran, maka guru melakukan tes (Ulangan) kepada siswa.
Tes adalah
himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau dipilih, ditanggapi atau
tugas-tugas yang harus dilakukan oleh siswa dengan tujuan mengukur prestasi
belajar, baik aspek pengetahuan maupun asfek keterampilan. Pada akhir semester
pertama tahun 2013 hasil tes matematika kelas I di SDN 2 CIBADAK menunjukan
rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran matematika tentang
materi “Menghitung banyak teman” dari 30 siswa ternyata 15 siswa atau (50%)
yang dapat menguasai materi,sedangkan sisanya belum menguasai konsep pelajaran
yang diajarkan.
Berdasarkan
gambaran diatas , kiranya sangat perlu dlakukan penelitian tindakan kelas (PTK)
yaitu penelitian yang dilakukan langsung oleh guru di dalam kelas melalui
berbagai cara atau pendekatan dengan tujuan untuk meningkatkan/memperbaiki
hasil belajar siswa di kelas I SDN 2 CIBADAK kecamatan CIBADAK.
B. Identifikasi Masalah
Dari berbagai
sumber dijelaskan bahwa siswa sekolah dasar secara holistik (menyeluruh) konsep
yang abstrak harus dikonkritkan dengan media yang menarik minat peserta didik
mengikuti pelajaran sekaligus memahaminya.
Kita memahami
bahwa media pembelajaran saat ini tidak berkembang dengan pesat, namun karena
keterbatasan yang dimiliki SDN Girimukti, maka guru matematika yang berada di
sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan media yang ada dilingkungan
sekolah untuk membuat pelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu
memanfaatkan media yang ada di sekitar sekolah untuk proses belajar, bahkan
cenderung tidak digunakan dari pembelajaran di kelas.
C. Pembahasan Masalah
Dengan banyaknya
masalah yang muncul pada proses pembelajaran matematika, maka pembahasan akan
dibatasi dengan memfokuskan pada penjumlahan dengan menggunakan media jari
tangan.Untuk mengetahui benar tidaknya media jari-jari kedua belah tangan dapat
meningkatkan pemahaman anak terhadap penjumlahan, maka perlu diadakan cara lain
yang dapat mempercepat pemahaman tentang penjumlahan. Selanjutnya penelitian
ini diberi judul “ Meningkatkan hasil belajar siswa tentang penjumlahan dengan
menggunakan jari matika pada siswa kelas I SDN 2 CIBADAK”.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada
latar belakang masalah, Identifikasi masalah, dan pembahasan masalah, maka
permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.
Bagaimana hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika sebelum
diterapkan penggunaan jari-jari
tangan sebagai alat peraga.
2. Bagaimana aktifitas selama pembelajaran
matematika berlangsung setelah diterapkan alat peraga jari-jari tangan.
3. Bagaimana hasil belajar siswa setelah
diterapkan penggunaan jari-jari tangan tentang operasi penjumlahan.
E. Kegunaan Hasil Penelitian
Adapun
manfaat hasil penelitian ini adalah :
1. Bagi guru kelas dengan diadakannya penelitian
ini guru dapat menyimpulkan kekurangan
dan kesalahan dalam menentukan strategi pembelajaran. Untuk mengarahkan dan memberikan
motivasi kepada siswa dalam memahami penjumlahan.
2.
Bagi orangtua , hasil penelitian ini dapat memberikan
informasi dalam belajar tanpa harus bertentangan dengan perkembangan kemampuan
anak.
3. Bagi
Siswa menciptakan rasa senang belajar matematika selama
pelajaran berlangsung
dengan adanya media pembelajaran yang
menarik.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Acuan Teori / Kajian Pustaka
Matematika
dapat didefinisikan berdasarkan bidang kajiannya secara etimologi matematika
berasal dari bahasa yunani : matematika berarti belajar atau hal yang
dipelajari.
Selain itu menurut pendapat Rey Sebal
bahwa matematika mencakup lebih dari sekedar kumpulan (1998:2) . Matematiaka
dapat pula dipandang sebagai suatu cara berpikir yang artinya bahwa penggunaan
matematika menggunakan matematika abstraksi dan generalisasi matematika dapt
pula dipandang suatu alat untuk memecahkan masalah baik abstrak maupun praktis.
Agar dapat memanipulasi benda-benda konkrit , maka dalam pembelajaran
matematika harus menggunakan alat peraga yang dapat digunakan untuk menemukan
konsep, menekan konsep maupun memecahkan masalah.
Alat peraga merupakan alat untuk
menerangkan atau mewujudkan konsep matematika yang sulit akan lebih mudah di
mengerti. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika memberikan
kesempatan kepada anak untuk dapat menggunakan pengalamannya dalam memecahkan
masalah yang dihadapi.
Brings mendefinisikan alat peraga sebagai
wahana fisik yang mengandung materi pembelajaran. Wilbur Schramm melihat alat
peraga sebagai suatu tekhnik untuk menyampaikan pesan alat peraga dalam
tekhnologi pembawa informasi. Yusuf Hadi Miarso melihat alat peraga secarara
makro dalam keseluruhan sistem pendidikan segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya
proses belajar. Secara umum alat peraga menurut Drs. Nachi Nasution,MA, sebagai
media pendidikan terdiri dari :
-
Bahan-bahan
cetakan atau bacaan seperti : buku, koran , majalah.
-
Alat-alat
audio visual : Radio.cassete,tv, video, dll
-
Sumber-sumber
masyarakat, seperti monumen,candi dan peninggalan sejarah lainnya
-
Koleksi
benda-benda seperti : mata uang kuno,awetan tumbuhan dan hewan
-
Prilaku
guru ketika mengajar yang dicontohkan kepada peserta didik.
B. Kerangka berpikir
Pembelajaran adalah kegiatan agar proses
belajar seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan suatu usaha untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
C. Hipotesis Tindakan
Berdaarkan kerangka teori dan kerangka
berpikir yang dikemukakan diatas, maka dapat diajukan hipotesis tindakan
sebagai berikut. Jika proses pembelajaran matematika dilaksanakan dengan
menggunakan alat peraga belajar akan meningkat.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Tujuan Khusus Penelitian
Tujuan utama dalam
penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pelajaran serta mempengaruhi
harapan siswa , juga untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan hasil belajar
siswa pada pelajaran Matematika di SDN 2 CIBADAK Kecamatan CIBADAK, dengan pemanfaatan media jari-jari
tangan.
B. Tempat dan Waktu
Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SDN 2 CIBADAK
Kecamatan CIBADAK, Waktu pelaksanaan
penelitian dilakukan selama 3 (Tiga) bulan dari bulan November , sampai dengan
Januari tahun pelajaran 2013/2014.
C. Metode dan Desain
Intervensi Tindakan / Rancangan Siklus.
Jenis penelitian ini adalah penelitian
tindakan ataunyang dikenal juga dengan nama “Action Research” . Penelitian ini
merupakan penelitian tindakan yang bertujuan untuk memperbaiki efektifitas dan
efisiensi pembelajaran.
Metodologi penelitian yang digunakan
untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan beberapa cara , antara lain :
observasi, melalui lembar pengamatan menggunakan tes dan non tes.
D. Subjek/ partisipasi
yang terlibat dalam penelitian
Adalah siswa SDN 2 CIBADAK CIBADAK. Para siswa tersebut sebagai
siswa-siswa kelas I tahun pelajaran 2013/2014 . Sedangkan partisipasi yang
terlibat dalam penelitian ini adalah teman sejawat yang merupakan guru di
sekolah tersebut, mereka bertindak sebagai mitra dalam membantu pelaksanaan
penelitian ini.
E. Peran dan Posisi
peneliti dalam Penelitian.
Peran peneliti
dalam penelitian tindakan kelas ini adlah sebagai pemimpin perencanaan,
pelaksana tindakan, dan pembuat laporan. Posisi peneliti dalam penelitian ini
adalah sebagai pelaksanan utama.
F. Tahapan Intervensi
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang
melalui beberapa siklus. Dalam penelitian ini akan dilaksanakan dalam tiga
siklus, dan tiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu : (a) Perencanaan.
(b) Pelaksanaan (c) Pengamatan (d) Refleksi.
G. Hasil Intervensi
Tindakan yang diharapkan.
Indikator keberhasilan dalam tindakan ini adalah adanya
peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika yang ditunjukan
hasil angket yang dibeikan kepada siswa
setelah proses belajar mengajar selesai.
H. Data dan Sumber
Belajar
1. Data
Data yang
diperoleh dalam penelitian ini berupa data pemantauan tindakan dan data
penelitian. Data pemantauan tindakan merupakan data yang digunakan untuk
mengontrol kesesuaian penelitian tindakan dengan rencana. Sedangkan data
penelitian adalah data tentang variable penelitian yaitu tentang hasil belajar
yang berguna untuk menganalisis penelitian tentang gambaran peningkatan hasil
dengan alat peraga untuk menganalisis sejauh mana guru telah memanfaatkan model
pembelajaran dengan alat peraga sebagai model pembelajaran yang digunakan dalam
proses kegiatan belajar mengajar.
1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas I
SDN 2 CIBADAK Kecamatan CIBADAK semester
1 tahun pelajaran 2013/2014.
I. Rencana Kegiatan
Penelitian
No
|
Kegiatan
|
November
|
Desember
|
Januari
|
||||||||||||
Minggu
|
Minggu
|
Minggu
|
||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
1
|
Identifikasi masalah
|
ü
|
||||||||||||||
2
|
Mengajukan izin ke
Kepala Sekolah
|
ü
|
||||||||||||||
3
|
Pembuatan proposal
penelitian
|
ü
|
||||||||||||||
4
|
Pembuatan RPP, silabus,
instrumen observasi, penggandaan perangkat pembelajaran, dll
|
ü
|
ü
|
|||||||||||||
5
|
Pertemuan tim peneliti
untuk membahas pelaksanaan tindakan siklus I
|
ü
|
||||||||||||||
6
|
Pelaksanaan tindakan
siklus I
|
ü
|
||||||||||||||
7
|
Pertemuan ke I
|
ü
|
||||||||||||||
Pertemuan ke II
|
ü
|
|||||||||||||||
Rencana tindkan siklus
II
|
ü
|
|||||||||||||||
Pertemuan ke III
|
ü
|
|||||||||||||||
Pertemuan ke IV
|
ü
|
|||||||||||||||
Penulisan laporan
penelitian
|
ü
|
|||||||||||||||
J. Rencana Tindakan
Penelitian ini
akan dilakukan dalam 2 siklus, tetapi bila kata indikator yang diharapkan belum
tercapai maka dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan melakukan
perbaikan tindakan.
Adapun penyusunan rencana kegiatan sebagai berikut :
Siklus I
|
Perencanaan
-
Identifikasi masalah dan perencanaan penetapan alternatif pemecahan
masalah.
-
Tindakan
-
Pengamatan
-
Refleksi
|
· Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam
KBM
· Menentukan pokok bahasan
· Mengembangkan skenario pembelajaran
· Menyusun LKS
· Menyiapkan sumber belajar
· Mengembangkan format observasi pembelajaran
· Menerapkan tindakan sesuai dengan skenario yang
direncanakan di LKS
· Melakukan observasi dengan memakai format observasi
· Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKS
· Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan
meliputi evaluasi mutu pembelajaran jumlah dan waktu dari setiap tindakan
· Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi
tentang skenario LKS, respon siswa terhadap tindakan yang dilakukan
· Memperbaiki pelaksanaan tindakan siswa hasil
evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
· Evaluasi tindakana siklus I
|
Siklus II
|
Perencanaan
-
Identifikasi masalah dan alternatif , pemecahan masalah
-
Tindakan
-
Observasi
-
Refleksi
|
· Identifikasi masalah berdasarkan hasil refleksi dan
penetapan alternatif pemecahan masalah
· Pelaksanaan tindakan siklus II
· Pengumpulan data tindakan pada siklus II
· Evaluasi tindakan siklus II
|
K. Indikator Kerja
Mengacu pada ketentuan minimal KKM pada mata pelajaran
Matematika pada “Penjumlahan dengan menggunakan media jari-jari tangan” yaitu
sebesar 80% , maka diharapkan setelh selesainya tindakan penelitian, siswa
diharapkan mencapai 100%.
DAFTAR PUSTAKA
Ari
Kunto Suharsini, Suharjono,Supardi, 2006. Penelitian
Tindakan Kelas, Jakarta : PT
Bumi Aksara
Ari Kunto Suharsini, 2002. Prosedur
Penelitian Pendekatan Praktek mengajar, PT. Rhineka Cipta 2005.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ,
Jakarta : Depdiknas Media Sari Hapsi. 2006. Usulan PTK Untirta Serang.
Bagi yang membutuhkan silahkan menuju linknya disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar